ARCHAEOLOGY #002
π VALYRIA: RISE AND DOOM OF THE FREEHOLD
Setiap dragon, setiap Valyrian steel sword, setiap keluarga yang mengklaim "darah naga" dalam Seven Kingdoms β semuanya berasal dari satu peradaban yang hancur dalam semalam. Untuk memahami Targaryen, kita harus mundur ke sebelum mereka bahkan sampai di Westeros.
π 1. Dari peternak domba menjadi penguasa dunia
Sebelum menjadi kekuatan terbesar di Essos, Valyrian hanyalah rakyat penggembala domba di semenanjung yang dikelilingi rangkaian gunung berapi bernama the Fourteen Flames. Ketika mereka menjelajahi gunung-gunung ini, mereka menemukan sesuatu yang mengubah sejarah dunia: dragons, bersarang jauh di dalam gunung.
Dari mana dragon aslinya berasal masih diperdebatkan di dalam dunia cerita sendiri β sebagian legenda Valyrian mengklaim dragon memang asli dari tanah mereka, sementara cerita dari Asshai mengatakan dragon dibawa ke Valyria dari Shadow Lands di ujung timur Essos. Novel tidak memutuskan mana yang benar.
π₯ 2. Menjinakkan naga, membangun Freehold
Dengan dragon di tangan mereka, Valyrian berubah dari penggembala menjadi kekuatan militer yang nyaris tak terkalahkan. Mereka membangun the Valyrian Freehold β bukan secara teknis sebuah "kerajaan" karena Valyria tidak memiliki satu raja tunggal, melainkan diperintah oleh para bangsawan pemilik tanah bebas (lords freeholder), dengan dragonlords sebagai kasta paling berkuasa.
Freehold berkembang hingga menguasai sebagian besar Essos β dari sekitar Pentos sampai Meereen β dan bertahan sebagai kekuatan dominan dunia selama hampir 5.000 tahun. Mereka menaklukkan Old Empire of Ghis dan menghancurkan kekuatan Rhoynar.
βοΈ 3. Valyrian steel dan perbudakan
Kekayaan mineral di bawah Fourteen Flames β tembaga, timah, besi, emas, perak β ditambang menggunakan tenaga budak dalam jumlah masif, didatangkan dari ratusan bangsa yang ditaklukkan Freehold. Api dragon digunakan untuk menempa besi menjadi Valyrian steel, logam legendaris yang sampai era Robert Baratheon masih dianggap tak tertandingi β dan yang rahasia pembuatannya hilang bersama kejatuhan Valyria.
Kehidupan di tambang sangat brutal. Ini menjadi latar belakang penting yang nanti melahirkan the Faceless Men β menurut versi cerita the Kindly Man, penderitaan para budak di bawah Fourteen Flames-lah yang menjadi akar kelahiran kultus pembunuh bayaran tersebut.
ποΈ 4. Aenar Targaryen dan migrasi ke Dragonstone
Salah satu keluarga dragonlord, House Targaryen, sebenarnya bukan bangsawan paling berkuasa di Valyria pada masanya. Namun sekitar 12 tahun sebelum Doom (114 SC/BC), Aenar Targaryen menjual seluruh kepemilikannya di Freehold dan pindah bersama istri-istrinya, kekayaan, budak, dragon, dan seluruh keluarganya ke Dragonstone β pulau kastil terpencil di Narrow Sea di bawah bayang-bayang gunung berapi.
Alasan kepindahan ini menjadi salah satu misteri paling menggoda dalam sejarah ASOIAF: legenda mengatakan istri Aenar, Daenys "the Dreamer", bermimpi tentang kehancuran Valyria dan mendesak keluarganya pergi. Novel tidak pernah mengonfirmasi apakah mimpi ini benar-benar profetik atau sekadar legenda yang ditulis belakangan untuk mendramatisasi keberuntungan Targaryen β tetapi karena kepindahan itu terjadi tepat sebelum Doom, keluarga ini menjadi satu-satunya dragonlord besar yang selamat.
π₯ 5. Malam kehancuran
Sekitar 100 tahun sebelum Aegon's Conquest (102 SC), terjadi bencana yang kemudian hanya disebut the Doom. Seluruh rangkaian Fourteen Flames meletus secara bersamaan dalam satu malam. Batuan cair terlempar ratusan meter ke udara, gempa bumi meruntuhkan seluruh permukiman, dan kobaran api terbakar begitu panas sampai membunuh dragon-dragon yang masih tersisa di kota Valyria. Semenanjung Valyria terbelah menjadi pulau-pulau kecil, menciptakan wilayah baru bernama the Smoking Sea.
Valyria β pusat peradaban dunia, rumah para dragonlord dan penyihir tanpa tanding β hancur dalam hitungan jam.
π€ 6. Apa penyebab sebenarnya?
Ini adalah salah satu pertanyaan paling terbuka di seluruh ASOIAF, dan canon secara sengaja tidak pernah memberikan jawaban tunggal.
Penjelasan yang beredar di dalam dunia cerita sendiri (bukan fakta yang dikonfirmasi, melainkan teori in-universe):
- letusan alami murni dari Fourteen Flames;
- mantra pengendali gunung berapi milik Valyria yang gagal (teori Septon Barth);
- kutukan Garin the Great, pemimpin Rhoynar yang dikalahkan Valyria berabad sebelumnya;
- api R'hllor sebagai hukuman;
- para dragonlord saling membunuh fire mage lawan dalam intrik politik internal, sehingga mantra penahan letusan kehilangan penjaganya;
- sabotase oleh budak-budak penambang menggunakan sihir sebagai balas dendam.
Tidak satu pun dari teori ini dinyatakan sebagai kebenaran final oleh narator manapun dalam novel β semuanya tetap berstatus spekulasi in-universe.
π 7. Dunia setelah Doom
Sebagian besar Essos jatuh ke dalam kekacauan setelah Doom. Berbagai usaha untuk merebut kembali atau membangun ulang Valyria selalu gagal β baik karena kesombongan penjelajah maupun karena tanah itu sendiri, yang sampai era Daenerys masih dianggap terkutuk dan dihindari pelaut (dikenal sebagai the Smoking Sea yang berbahaya untuk dilayari).
Harapan terakhir untuk membangun kembali Freehold hilang ketika Aegon the Conqueror, saudarinya, dan tiga dragon terakhir di dunia justru mengalihkan ambisi mereka β bukan ke reruntuhan Valyria, melainkan ke Sunset Lands: Westeros.
π Status Lore
οΏ½ Canon: asal-usul Valyria sebagai peternak domba; penemuan dragon di Fourteen Flames; pembentukan Freehold dan dominasi ~5.000 tahun; Valyrian steel dan sistem perbudakan tambang; migrasi Aenar Targaryen ke Dragonstone 12 tahun sebelum Doom; Doom terjadi ~102 tahun sebelum Aegon's Conquest; letusan Fourteen Flames menghancurkan Valyria dan menciptakan Smoking Sea; House Targaryen sebagai satu-satunya dragonlord besar yang selamat.
οΏ½ Reconstruction: penderitaan budak tambang sebagai akar kelahiran the Faceless Men (disampaikan sebagai cerita oleh satu karakter, bukan dikonfirmasi narator).
Tidak diketahui: penyebab pasti Doom (semua teori bersifat in-universe speculation, tidak ada yang dikonfirmasi); apakah mimpi Daenys the Dreamer benar-benar profetik atau legenda belakangan; asal dragon (asli Valyria atau dibawa dari Shadow Lands).
π§ Connection Map
The Long Night (#001) β Westeros punya trauma purba sendiri; Valyria punya trauma purbanya sendiri di Essos
Valyria: Rise and Doom (#002) β satu-satunya darah dragonlord yang selamat adalah Targaryen
Aegon's Conquest (#003) β tiga dragon terakhir di dunia dibawa ke Westeros, bukan untuk membangun kembali Valyria
π§ The Central Idea
Yang membuat Doom of Valyria begitu menghantui bukan skalanya semata, tapi ketidaktahuannya. Ini adalah peradaban paling maju di dunia β pemilik sihir, dragon, dan logam tak tertandingi β dan ia hancur dalam semalam tanpa seorang pun, bahkan sampai generasi Daenerys Targaryen ratusan tahun kemudian, benar-benar tahu kenapa. House Targaryen membangun seluruh identitas mereka di atas warisan kekuasaan itu, tapi juga mewarisi bayangannya: kekuasaan sebesar apa pun bisa lenyap dalam satu malam, dan alasannya mungkin tidak akan pernah benar-benar diketahui.
π Primary Sources
George R.R. Martin, Elio M. GarcΓa Jr. & Linda Antonsson β The World of Ice & Fire
George R.R. Martin β Fire & Blood
George R.R. Martin β A Song of Ice and Fire (referensi silang di seluruh novel)