ARCHAEOLOGY #004
๐ฉธ THE DANCE OF THE DRAGONS
Ini adalah perang saudara yang menghancurkan kekuatan dragon Targaryen dari dalam โ bukan dikalahkan musuh dari luar, tapi dihancurkan oleh perpecahan keluarganya sendiri. Dan konsekuensinya akan terasa sampai dua ratus tahun kemudian, ketika Daenerys Targaryen menjadi Targaryen terakhir yang mewarisi dragon.
๐ 1. Akar krisis suksesi
King Viserys I Targaryen, cucu Aegon the Conqueror, awalnya menamai putri sulungnya Rhaenyra sebagai ahli waris โ mengesampingkan preseden dari Great Council of 101 AC yang cenderung memilih ahli waris laki-laki. Ratusan lord dan knight bahkan telah bersumpah setia kepada Rhaenyra secara langsung.
Tetapi Viserys kemudian menikah lagi dengan Alicent Hightower pada 106 AC, dan dari pernikahan itu lahir empat anak, termasuk putra sulungnya: Aegon. Dua kubu mulai terbentuk di sekitar dua anak ini โ masing-masing dengan pendukung, ambisi, dan dendam pribadinya sendiri.
๐ข๐ข 2. Blacks vs Greens
Kedua faksi dikenal lewat warna yang mereka pilih:
- The Blacks โ pendukung Rhaenyra, dinamai dari warna House Targaryen.
- The Greens โ pendukung Aegon II, dinamai dari warna yang dipakai Alicent Hightower dan keluarganya.
Permusuhan antara Ratu Alicent dan Putri Mahkota Rhaenyra menurun ke anak-anak mereka. Aegon dan saudara-saudaranya tidak akur dengan keponakan mereka dari pihak Velaryon (anak-anak Rhaenyra), dan menganggap ketiga anak itu telah "mencuri" hak kelahiran mereka atas Iron Throne โ apalagi Aegon secara terbuka meyakini bahwa ketiga putra Rhaenyra sebenarnya bukan anak biologis dari suami Rhaenyra, Ser Laenor Velaryon.
โ๏ธ 3. Pecahnya perang, 129โ131 AC
Ketika Viserys I wafat pada 129 AC, kubu Greens bergerak lebih cepat: mereka menobatkan Aegon II di King's Landing sebelum Rhaenyra sempat mengklaim tahtanya. Rhaenyra, di Dragonstone, menyatakan penobatan itu sebagai perampasan takhta dan menyiapkan pasukannya sendiri. Perang saudara pertama berskala penuh dalam sejarah Seven Kingdoms pun dimulai โ perang yang oleh para penyanyi kemudian dijuluki "the Dance of the Dragons", meski di Fire & Blood sang Archmaester penulis sejarahnya justru menyebutnya "the Dying of the Dragons" โ nama yang jauh lebih menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi.
๐ 4. Dragon membunuh dragon
Yang membuat Dance begitu mengerikan bukan sekadar jumlah korban manusia, melainkan fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, dragon bertarung melawan dragon, dikendalikan oleh sesama keluarga Targaryen. Salah satu momen paling menentukan terjadi di Rook's Rest, di mana Rhaenys Targaryen dan dragonnya Meleys tewas dilawan oleh Vhagar โ dragon yang dulunya milik Visenya di masa Conquest, kini justru berbalik membunuh keturunan Targaryen sendiri.
Perang ini menghabisi hampir seluruh generasi Targaryen: anak-anak, cucu, dan dragon mereka satu per satu tewas dalam pertempuran udara maupun darat.
๐ฅ 5. The Storming of the Dragonpit
Salah satu titik paling gelap terjadi di King's Landing sendiri. Setelah kematian Ratu Helaena (istri Aegon II yang ditawan pihak Blacks), rakyat jelata King's Landing marah dan menyerbu the Dragonpit, tempat dragon-dragon yang tidak sedang berperang dikandangkan. Lima dragon tewas dibantai massa, termasuk Syrax, dragon milik Rhaenyra sendiri. Ribuan orang tewas terbakar atau terinjak dalam kekacauan itu, dan salah satu putra Rhaenyra, Prince Joffrey Velaryon, tewas berusaha menyelamatkan dragonnya.
๐ 6. Akhir yang tidak dimenangkan siapa pun
Rhaenyra sendiri akhirnya tewas โ dibunuh oleh dragon Aegon II setelah ia kehilangan King's Landing dan berlindung ke Dragonstone, yang ternyata sudah dikuasai pendukung Aegon. Tak lama setelah itu, Aegon II sendiri ditemukan tewas keracunan anggur, di tengah desakan para penasihatnya agar ia turun tahta demi mengakhiri perang.
Karena kedua klaimant tewas, Dance akhirnya berakhir bukan lewat kemenangan militer murni, melainkan lewat semacam penyelesaian negosiasi: putra Rhaenyra yang masih hidup dinobatkan sebagai Aegon III, dan dinikahkan dengan Jaehaera, putri Aegon II yang selamat โ menyatukan kembali dua kubu yang berperang lewat pernikahan.
๐ 7. Kematian sang naga (secara harfiah)
Konsekuensi terbesar Dance bukan soal siapa yang duduk di Iron Throne, melainkan apa yang hilang selamanya: dragon. Dari puluhan dragon yang dimiliki House Targaryen sebelum perang, hanya tersisa segelintir individu lemah dan sakit-sakitan โ di antaranya Sheepstealer, the Cannibal, Silverwing, dan Morning โ dan yang terakhir dari mereka mati beberapa tahun kemudian. Sejak saat itu, selama hampir dua abad, House Targaryen memerintah Seven Kingdoms tanpa dragon sama sekali โ sampai akhirnya, jauh di generasi Daenerys, dragon kembali muncul di dunia lewat cara yang sama sekali berbeda.
๐ Status Lore
๏ฟฝ Canon: Viserys I menamai Rhaenyra sebagai ahli waris, bertentangan dengan preseden Great Council 101 AC; pernikahan kedua dengan Alicent Hightower dan kelahiran Aegon; pembentukan faksi Blacks vs Greens; penobatan cepat Aegon II setelah wafatnya Viserys 129 AC; perang berlangsung 129โ131 AC; kematian Rhaenys dan Meleys di Rook's Rest oleh Vhagar; Storming of the Dragonpit dan kematian lima dragon termasuk Syrax; kematian Prince Joffrey Velaryon; kematian Rhaenyra oleh dragon Aegon II; kematian Aegon II akibat racun; penobatan Aegon III dan pernikahannya dengan Jaehaera; hancurnya hampir seluruh populasi dragon Targaryen pasca perang; ketiadaan dragon Targaryen selama hampir 200 tahun setelahnya.
๏ฟฝ Reconstruction: perang sebagai "negotiated settlement" โ Fire & Blood menyajikan narasi ini lewat berbagai catatan sejarawan in-universe yang saling bertentangan, sehingga detail motivasi pasti di baliknya tetap bersifat rekonstruksi, bukan fakta tunggal yang disepakati.
Tidak diketahui: siapa sebenarnya yang meracuni Aegon II (canon meninggalkan ini ambigu antara berbagai versi sejarawan in-universe).
๐งญ Connection Map
Aegon's Conquest (#003) โ tiga dragon awal berkembang biak menjadi puluhan dragon Targaryen dalam satu abad
The Dance of the Dragons (#004) โ dragon-dragon itu saling membunuh dalam perang saudara, menyisakan hampir tidak ada
Daenerys Targaryen: Exile to Queen (#009, planned) โ hampir dua abad kemudian, dragon kembali muncul di dunia lewat jalan yang sama sekali berbeda dari warisan Conquest
๐ง The Central Idea
Dance of the Dragons adalah pengingat paling brutal dalam sejarah Westeros bahwa kekuatan sebesar apa pun bisa dihancurkan bukan oleh musuh dari luar, melainkan oleh perpecahan dari dalam. Aegon menyatukan Seven Kingdoms dengan tiga dragon; keturunannya sendiri yang menghabisi warisan itu sampai ke akarnya, dalam perang yang oleh sejarahnya sendiri lebih tepat disebut "the Dying of the Dragons" ketimbang nama romantis "the Dance." Dan justru kekosongan itulah โ dua abad tanpa dragon โ yang membuat kemunculan kembali dragon di generasi Daenerys terasa begitu mengguncang dunia yang sudah lama menganggap era dragon telah berakhir untuk selamanya.
๐ Primary Sources
George R.R. Martin โ Fire & Blood
George R.R. Martin โ A Song of Ice and Fire (referensi silang, termasuk pengungkapan nasib Rhaenyra oleh Joffrey Baratheon di A Storm of Swords)
HBO โ House of the Dragon (adaptasi TV, ditandai terpisah bila detail berbeda dari Fire & Blood)