ARCHAEOLOGY #014
π¦ HOUSE BARATHEON: THREE BROTHERS, ONE CROWN
Tiga bersaudara yang tumbuh dari reruntuhan yang sama, dibesarkan oleh keadaan yang sama β namun berkembang menjadi tiga jenis pemimpin yang begitu berbeda sehingga satu di antaranya rela berperang melawan yang lain demi sebuah takhta yang, secara teknis, seharusnya menyatukan mereka.
π° 1. Rumah yang goyah sejak awal
House Baratheon adalah rumah besar termuda di Westeros, didirikan oleh Orys Baratheon β yang menurut rumor adalah saudara tiri tidak sah Aegon the Conqueror β setelah ia mengalahkan Argilac the Arrogant, Storm King terakhir dari House Durrandon, dalam duel yang dikenal sebagai the Last Storm (lihat #003). Orys kemudian menikahi putri Argilac dan mewarisi baik sigil (a crowned stag) maupun motto Durrandon ("Ours is the Fury").
Menjelang generasi Robert, Stannis, dan Renly, House Baratheon dipimpin ayah mereka Lord Steffon Baratheon dan ibu mereka Lady Cassana Estermont β keduanya tewas dalam kecelakaan kapal karam ketika ketiga putra mereka masih relatif muda, meninggalkan mereka tanpa figur orang tua di usia yang rentan.
π 2. Robert: pemimpin pemberontakan
Sebagai putra sulung, Robert Baratheon mewarisi Storm's End dan seluruh gelar keluarga. Ketika Robert's Rebellion pecah (lihat #006), Robert-lah yang memimpin di garis depan β termasuk membunuh Rhaegar Targaryen secara langsung di Battle of the Trident β dan pada akhirnya menjadi raja pertama dari dinasti baru Baratheon.
π‘οΈ 3. Stannis: yang bertahan dalam kelaparan
Sementara Robert berperang di medan pertempuran utama, adiknya Stannis ditinggalkan menjaga Storm's End, yang kemudian dikepung selama lebih dari satu tahun oleh pasukan gabungan House Tyrell dan House Redwyne. Pengepungan ini menjadi salah satu ujian paling berat dalam sejarah keluarga: para pembela benteng sampai harus memakan tikus dan kulit sepatu bot demi bertahan hidup, sampai akhirnya seorang penyelundup bernama Davos Seaworth berhasil menerobos blokade membawa muatan bawang dan ikan asin β cukup untuk menyelamatkan mereka sampai Ned Stark akhirnya mematahkan pengepungan tersebut.
π€ 4. Ketidakadilan yang membentuk Stannis
Meski menanggung penderitaan luar biasa demi mempertahankan benteng keluarga, Stannis justru tidak mendapatkan Storm's End sebagai imbalannya. Setelah Robert naik takhta, ia justru memberikan Storm's End kepada adik bungsu mereka, Renly β yang saat perang berlangsung masih anak kecil dan tidak ikut bertempur sama sekali β sementara Stannis "hanya" diberikan Dragonstone, pulau terpencil bekas kubu utama Targaryen.
Ketidakadilan yang dirasakan Stannis ini menjadi luka yang tidak pernah sembuh, membentuknya menjadi sosok yang kaku, penuh rasa keadilan yang keras, dan selalu merasa jasanya tidak pernah benar-benar dihargai oleh siapa pun β termasuk oleh kakaknya sendiri.
πΈ 5. Renly: pesona tanpa perjuangan
Sebagai yang termuda, Renly tumbuh besar tanpa pernah merasakan beban perang yang dialami kedua kakaknya. Ia mewarisi Storm's End secara gratis dan tumbuh menjadi sosok yang karismatik, populer, dan piawai secara politik β kualitas yang membuatnya sangat dicintai di kalangan bangsawan, tetapi juga membuat Stannis semakin membenci dirinya sebagai simbol hidup dari ketidakadilan yang ia rasakan.
βοΈ 6. Tiga takhta yang bersaing
Ironi terbesar House Baratheon terjadi setelah kematian Robert: alih-alih bersatu, ketiga cabang keluarga yang ia ciptakan justru berperang satu sama lain dalam War of the Five Kings. Stannis mengklaim dirinya sebagai raja yang sah berdasarkan hukum suksesi (karena anak-anak Robert secara biologis bukan anak Robert β lihat #011), sementara Renly, yang jauh lebih populer dan memiliki dukungan pasukan lebih besar, juga mengklaim takhta dengan alasan bahwa kepemimpinan seharusnya jatuh ke tangan yang paling cakap memimpin, bukan sekadar urutan kelahiran.
Perang saudara internal ini β antara dua saudara kandung yang sama-sama mengklaim mewarisi mahkota kakak mereka β menjadi salah satu ironi paling menyakitkan dalam sejarah Westeros: rumah yang baru saja bersatu untuk menjatuhkan satu dinasti, hampir langsung terpecah dari dalam oleh perpecahannya sendiri.
π₯ 7. Berakhirnya dua cabang, bertahannya satu warisan
Baik Renly maupun Stannis pada akhirnya gagal mempertahankan klaim mereka β Renly dibunuh lewat sihir bayangan yang diciptakan Melisandre atas nama Stannis, sementara Stannis sendiri pada akhirnya kalah dan tewas dalam kampanyenya di Utara. Dari ketiga cabang House Baratheon yang diciptakan Robert, hanya jejak keturunan tidak sah Robert sendiri β termasuk seorang anak bernama Gendry β yang bertahan hidup sampai akhir cerita utama, sebuah akhir yang jauh dari kejayaan yang dibayangkan ketika tiga bersaudara ini pertama kali membangun dinasti mereka bersama.
π Status Lore
οΏ½ Canon: asal-usul House Baratheon lewat Orys Baratheon dan the Last Storm; kematian Steffon dan Cassana Baratheon dalam kecelakaan kapal; Robert memimpin Robert's Rebellion dan membunuh Rhaegar; pengepungan Storm's End yang dipertahankan Stannis; peran Davos Seaworth menerobos blokade dengan bawang dan ikan asin; pematahan pengepungan oleh Ned Stark; pembagian tiga wilayah (King's Landing untuk Robert, Dragonstone untuk Stannis, Storm's End untuk Renly) setelah perang; ketidakpuasan Stannis atas pembagian ini; War of the Five Kings dan klaim bersaing Stannis dan Renly; pembunuhan Renly lewat shadow assassin ciptaan Melisandre; kekalahan dan kematian Stannis di Utara; keberadaan Gendry sebagai anak tidak sah Robert yang bertahan hidup.
οΏ½ Reconstruction: sejauh mana ketidakadilan pembagian wilayah benar-benar menjadi akar tunggal kepribadian keras Stannis β canon menunjukkan pola perasaan ini secara konsisten lewat berbagai karakter yang mengamatinya, tetapi tidak selalu eksplisit menyatakannya sebagai satu-satunya penyebab.
Tidak diketahui: rencana pasti Robert untuk pembagian wilayah generasi berikutnya House Baratheon β canon tidak menjelaskan apakah Robert punya visi jangka panjang atau sekadar membagi wilayah secara impulsif.
π§ Connection Map
Robert's Rebellion (#006) β asal-usul kejayaan House Baratheon sebagai dinasti baru
House Baratheon: Three Brothers, One Crown (#014) β perpecahan internal yang muncul justru dari kejayaan yang sama
Cersei Lannister: Lion Queen (#011) β rahasia yang menjadi dasar legal klaim Stannis atas takhta
π§ The Central Idea
House Baratheon adalah bukti bahwa memenangkan sebuah perang tidak sama dengan menyelesaikan konfliknya. Robert, Stannis, dan Renly tumbuh dari reruntuhan yang sama, kehilangan orang tua yang sama, dan berjuang untuk keluarga yang sama β tetapi cara masing-masing memaknai pengorbanan dan haknya sendiri berkembang menjadi tiga arah yang begitu berbeda sehingga akhirnya saling menghancurkan. Dinasti yang lahir dari persatuan melawan seorang raja gila, pada akhirnya runtuh justru karena ketidakmampuannya bersatu di dalam keluarganya sendiri.
π Primary Sources
George R.R. Martin β A Game of Thrones, A Clash of Kings
George R.R. Martin, Elio M. GarcΓa Jr. & Linda Antonsson β The World of Ice & Fire